Makanan Super untuk Sarapan

44

 Oatmeal

Oatmeal merupakan makanan diet super yang tidak boleh Anda lewatkan. Menu diet ini bekerja melalui kandungan serat yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama. 

Oatmeal juga mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lama. Karbohidrat jenis ini menghasilkan energi yang lebih konstan ketimbang karbohidrat sederhana pada nasi putih. Juga, karbohidrat kompleks tidak menghasilkan lonjakan gula darah.

Telur

Sarapan dengan makanan tinggi protein akan mencegah keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat di siang hari. Kecukupan angka protein minimal 8-10 gram per hari tidak hanya membuat perut kenyang, tapi membantu pertumbuhan massa otot. 

Selain protein, telur juga mengantongi nutrisi penting lainnya seperti choline (penting untuk daya ingat), karoten dan zeaxanthin (baik untuk kesehatan mata).

Selai kacang

Ketika Anda mengonsumsi setangkup roti gandum di pagi hari, pastikan untuk mengoleskan selai kacang di atasnya. Selai kacang mengandung kombinasi serat serta protein yang mampu memberikan pasokan energi secara konsisten sampai siang hari.

Yogurt rendah lemak

Lemak dalam yogurt mengandung Conjugated Linoleic Acid (CLA) yang membantu supaya Anda tetap ramping, juga kalsium untuk membantu pembakaran lemak. 

Yogurt plain adalah pilihan yang lebih baik karena tidak mengandung gula. Untuk membuatnya lebih menarik dan lebih sehat, Anda bisa menambahkan potongan buah (seperti pisang dan keluarga berry) di atasnya atau bubuhi dengan oatmeal.

Berry

Buah-buahan dari klan berry, seperti stroberi dan blueberry, kaya akan antioksidan, vitamin C, dan serat. Beberapa penelitian menemukan bahwa buah berry punya zat yang berfungsi anti kanker dan bisa melawan berbagai penyakit yang datang karena faktor pertambahan usia. Anda bisa mengonsumsi buah berry dengan yoghurt atau sebagai bahan tambahan dalam salad.

Pisang

Satu buah pisang ukuran sedang, kaya akan serat, vitamin C, dan potasium (sebanyak 422mg per buah). Kombinasi tersebut membantu mengontrol tekanan darah sehingga emosi Anda akan lebih stabil.

Kontributor: dr. Pauline Endang Praptini, SpGK dari Departemen Gizi Klinik FKUI RSCM Jakarta.

Sumber: fitnessformen.co.id

Share it