Perusahaan Makanan Kurangi Kadar Lemak Jenuh

61

Merespon kabar ini, para ahli kesehatan masyarakat berpendapat janji ini ibarat “setetes air di lautan.”

Secara sukarela beberapa produsen makanan seperti Morrisons, Subway dan Nestle termasuk di antara perusahaan yang mendaftar “kesepakatan bertanggung jawab” antara industri dan pemerintah. Departemen Kesehatan Inggris mengatakan kesepakatan ini akan “membuat perbedaan besar.”

Akan tetapi Presiden Fakultas Kesehatan Masyarakat, Profesor John Ashton, mengatakan pendekatan ini “tidak memiliki kredibilitas.” Ia mengungkapkan rata-rata pria seharusnya makan tidak lebih dari 30gram lemak jenuh per hari, dan rata-rata wanita harus makan tidak lebih dari 20gram.

Sedangkan menurut data British Dietetic Association, kebanyakan orang mengkonsumsi lemak jenuh 20 persen lebih banyak dari tingkat maksimum yang disarankan. Dan survei terhadap 2.000 orang di Sainsbury menemukan bahwa 84 persen responden tidak tahu berapa batas sehat konsumsi lemak jenuh.

Diketahui dari Departemen Kesehatan, hampir setengah dari industri pengolahan makanan dan ritel telah menandatangani kontrak kesepakatan terbaru untuk mengurangi jumlah lemak jenuh dalam produk mereka.

Tindakan ini termasuk seperti mengubah komposisi biskuit KitKat oleh Nestle dan menggantikan biskuit dan keripik dengan makanan yang lebih sehat pada produk untuk anak oleh Subway.

Perusahaan lain yang telah berjanji untuk melakukannya yaitu Tesco, Sainsbury, Aldi, dan Mondelez Internasional -yang akan mengubah produk termasuk biskuit Oreo.

Profesor Ashton mengatakan, hal yang baik bahwa beberapa perusahaan membuat makanan yang mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan sebelumnya, namun hal itu dinilai masih belum cukup.

Para produsen makan tersebut perlu memastikan bahwa pada saat yang sama mereka juga menurunkan kadar gula dan garam yang digunakan untuk membuat makanan lebih lezat sebagai hasil dari menurunkan kadar lemak. Dia menambahkan, pengumuman tersebut merupakan setetes air di lautan dibandingkan dengan skala krisis obesitas.

Departemen Kesehatan menyatakan bahwa bila masyarakat mengkonsumsi 15% lebih sedikit lemak jenuh, hal ini dapat mencegah sekitar 2.600 kematian prematur setiap tahunnya akibat penyakit jantung dan stroke.

Dari riset yang berbeda, anak-anak yang menderita obesitas telah didorong untuk menuliskan catatan harian mengenai makanan yang mereka konsumsi, demikian dikutip Kompas.com.

Share it