4 Tips memilih ban sepeda gunung

7

Semua ban Mountain Bike (MTB) pasti terlihat sama saja, bergerigi dan kasar. Tapi, di balik itu, ada beberapa hal lain yang menjadi pertimbangan penggunaannya. Ada beberapa tipe dan karakteristik ban MTB yang berbeda satu sama lainnya. Prinsipnya, pilih sesuai dengan trek dan kebutuhan Anda.

1. Sesuaikan dengan situasi

Tentukan ban berdasarkan medan yang akan Anda libas. Pesepeda yang mengutamakan performa membutuhkan ban dengan lapisan kevlar yang kuat namun ringan, untuk mengurangi beban total sepeda.

Jika Anda ingin bersantai di medan yang permukaan tanahnya lembut, pilih ban yang cenderung tipis, 2 inchi atau di bawahnya. Sementara bagi Anda yang ingin bersepeda di permukaan keras atau berbatu, hendaknya menggunakan ban denga lebar 2,2 inchi. Semakin besar pengendara, semakin lebar pula seharusnya ban yang dipilih.

2. Perhatikan alur ban

Perhatikan alur ban untuk menyesuaikan dengan gaya dan jenis MTB yang Anda lakukan. Semakin banyak alur di ban, semakin bagus daya cengkram ban di permukaan tanah.

Bagi yang bersepeda di perkotaan, bisa memilih ban basah untuk memudahkan memeroleh kecepatan yang diinginkan. Ban semi basah cocok digunakan untuk bersepeda di perbukitan dekat kota karena mampu mendapatkan traksi yang lebih baik dan mengurangi backsliding ketika berbelok tajam.

3. Cek kondisi tonjolan ban

Pilih ban dengan banyak alur menonjol untuk trek off-road. Jenis ban ini cukup populer dan tersedia dalam berbagai tipe. Pilih tonjolan kecil jika Anda berencana untuk balapan di trek atau tonjolan tinggi jika Anda bersepeda di trek dengan rintangan alami.

Ban lebar dengan tonjolan lebar berguna pada trek lembut dan tonjolan yang berjarak cukup lebar baik digunakan pada permukaan keras. Pilih ban dengan tonjolan yang jarang jika Anda berencana melibas trek berlumpur.

4. Sesuaikan dengan berat badan Anda

Jangan tersinggung, Bung. Beban utama yang harus disangga ban adalah berat tubuh pengendara.

Jika pengendara termasuk gemuk, lebih baik menggunakan jenis ban yang menggunakan ban dalam. Tapi, jika berat tubuh pengendara ringan – atau kurus, pilih ban tubeless.

Ban jenis ini juga cocok digunakan untuk bersepeda santai karena dapat digunakan dengan baik meski tekanan udaranya sedikit, bahkan kurang dari 10 kg. Ban tubeless akan menghasilkan traksi yang lebih baik pada permukaan yang tidak rata dan cukup stabil berada di atas permukaan rata.

Walaupun Anda menggunakan ban tubeless, tetap bawa cadangan ban dalam untuk mengantisipasi pecah ban saat Anda berkendara.

[sumber Fitness For Men Indonesia]

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio melalui streaming di sini atau download melalui iOS dan Google Play Store.

Baca juga:
10 Pantai eksotis tersembunyi di dunia
5 Aktivitas sederhana yang dapat membakar kalori
7 Sky bar tertinggi di Asia

SHARE