Deby Vinski: Anti Aging Medicine adalah sebuah paradigma baru

29

Brava Radio (10/3) Spesial hari ulang tahun Brava Radio ke-7, #BravaRe7uvanate bersama Leonardo Ringo dan seorang dokter dengan julukan Ratu Anti-Aging, DrDeby Vinski.

Q: Kapan Anda mendapat julukan Ratu anti aging?

A: Itu julukan media sebenarnya. Saya sendiri tidak merasa sebagai queen, I’m a servant. Saya adalah seorang pelayan, seorang dokter yang harus melayani pasiennya. Tapi waktu itu Presiden World Society of Anti Aging Medicine menyebut saya sebagai the queen, saya hanya bisa berterima kasih.

Q: Bagaimana pengalaman Anda mendirikan Vinski Tower, dan apa background story-nya?

A: Terpilih menjadi Presiden Badan Akreditasi Anti Aging Dunia di Paris pada periode 2011 2013, dari situ saya berpikir bagaimana cara agar Indonesia dapat menjadi pusat perhatian dunia. Akhirnya saya kemukakan ide kepada Wakil Presiden, dan kebetulan juga ada yang jual gedung ini, akhirnya diresmikan pada 22 Juli 2016 oleh Wakil Republik Indonesia.

Q: Apa yang menyebabkan Anda berpikir bahwa Indonesia bisa menjadi pusat anti aging?

A: Indonesia adalah negara yang kaya. Banyak tempat wisata yang indah, banyak dokter yang mumpuni serta kita punya daerah yang cukup aman, itu daya tarik yang sangat besar, dan tidak semua negara punya hal itu. Jadi, banyak ilmu-ilmu baru di dunia, terutama di bidang regenerative medicine yang bisa dilakukan di Vinski Tower ini.

Q: Kenapa fokus di anti aging? Apa ada alasannya?

A: Saya lihat seringkali produktivitas orang terhenti hanya karena faktor usia. Padahal usia biologis bisa kita usahakan.

Q: Apa tugas dari President World Council for Preventive, Regenerative and Anti Aging Medicine?

A: Memasyarakatkan anti aging di seluruh dunia dan mengakreditasinya. Mengakreditasi semua produk, klinik dan apapun yang layak disebut anti aging atau tidak, semacam sertifikasi.

Q: Selain menjabat menjadi President World Council for Preventive, Regenerative and Anti Aging Medicine, Deby Vinski juga menjabat menjadi Vice President World Society Anti Aging Medicine. Apa perannya?

A: Saya Vice President, ini untuk society saja. Komunitas seminat, anggotanyanya cukup banyak, ada sekitar 7000 di seluruh dunia. Bedanya kalau kalau World Council harus pendidikan tingkat universitas, kita menyelenggarakan kongres tingkat dunia, kalau society ini dokter apa saja boleh bergabung.

Q: Apa bedanya anti aging dengan klinik kecantikan?

A: Anti Aging Medicine adalah sebuah paradigma baru bahwa kita menyehatkan, me-rejuvenate dan meregenerasi dari dalam tubuh, kalau bicara kecantikan itu biasanya soal wanita. Tapi di sini, pasien kita banyak yang pria. Di sini, kita punya klinik pria di lantai 7, bisa untuk meningkatkan vitalitas pria dan tidak ada batasan umur.

Q: Awalnya sebelum dikenal sebagai ratu Anti Aging dikenal sebagai pengusaha, di bidang apa?

A: Banyak bidang, seperti properti, kontraktor, kemudian menghilang untuk merawat orang tua dan pasien. Lalu bisnis saya delegasikan ke saudara-saudara, sekarang kembali ke bisnis di bidang weapon atau untuk ketahanan negara.

Q: Dahulu juga pernah mengharumkan nama Indonesia di bidang tari tradisional, bisa ceritakan sedikit mengenai hal tersebut?

Itu hanya menjadi tim kebudayaan Indonesia, dulu sekali sebelum menikah, sampai sekarang juga masih suka menari dan sampai sekarang saya menguasai beberapa tarian, salah satunya Tari Bali.

Beberapa tahun terakhir juga masih latihan, dan pernah jadi dokter pada ikatan olahraga dansa Indonesia. Menurut saya, kita harus berkembang bukan hanya bidang pekerjaan dan uang saja, tapi juga harus enjoy life.

Brava Listeners, terus dengarkan Brava Radio di 103.8 FM atau bisa melalui streaming di sini.

[teks Nada Inditya Lifa | foto dok. Brava Radio]

Baca juga:
Lilo Kla Project: Hits is your lifesaver
Lulu Dewayanti: Keluarga sama pentingnya dengan perusahaan
Susan Bachtiar: Rejuvenate myself with healthy living

SHARE