Kenali Ciri-Ciri Gejala Omicron Meski Sudah Divaksin Booster

371
Kenali Ciri-ciri Gejala Omicron Meski Sudah Divaksin Booster

Meskipun Brava Listeners sudah divaksinasi dosis 1 dan 2 dan telah mendapat vaksin booster, virus Covid-19 termasuk Omicron masih bisa terpapar pada diri Anda. Dengan begitu timbul pertanyaan, apakah gejala Omicron bagi yang telah menjalani vaksinasi booster sama dengan yang hanya mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2? Simak ulasannya berikut ini.

Sakit Pada Tenggorokan

Kenali Ciri-ciri Gejala Omicron Meski Sudah Divaksin Booster

Menurut Craig Spencer, MD, direktur Kesehatan Global dalam Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Pusat Medis Universitas Columbia, orang yang telah menerima vaksin booster dan terinfeksi Omicron akan mengalami sakit tenggorokan.

Namun bagi orang yang sudah divaksin dosis lengkap tapi belum mendapatkan booster, umumnya mengalami gejala seperti batuk, kelelahan, hingga nyeri pada tubuh.

Tidak Mengalami Demam, Kehilangan Indra Perasa dan Penciuman

Kenali Ciri-ciri Gejala Omicron Meski Sudah Divaksin Booster

Pasien penderita Covid-19 varian Omicron biasanya akan mengalami demam, kehilangan indra perasa dan indra penciuman.

Akan tetapi bagi orang yang telah mendapatkan vaksin booster tidak mengalami hal tersebut.

Gelaja Omicron Terjadi Dalam Waktu Singkat

Kenali Ciri-ciri Gejala Omicron Meski Sudah Divaksin Booster

Peter Chin-Hong, MD, yakni seorang spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco, Amerika Serikat mengatakan jika orang yang sudah divaksinasi booster, berkemungkinan mengalami ciri-ciri gejala Omicron yang tidak terlalu parah, bahkan berlangsung dalam waktu yang singkat.

Umumnya orang akan mengalami gejala lima hari atau lebih, namum bagi yang sudah mendapatkan booster hanya berlangsung sekita dua sampai tiga hari saja.

Dianjurkan untuk Brava Listeners yang sudah mendapatkan vaksin booster namun terdapat kontak langsung dengan orang yang bergejala Omicron, untuk memastikan kesahatan dengan melakukan test antigen atau PCR di tempat terdekat.

 

Penulis: Fadiasyah Putranto

Share it